Dalam proyek pengadaan genset untuk industri, gedung komersial, rumah sakit, proyek konstruksi, infrastruktur, fasilitas publik, BUMN, dan sektor komersial, aspek teknis seperti kapasitas kVA, mesin diesel, alternator genset, panel kontrol, ATS/AMF, sistem proteksi, dan commissioning sangat penting. Namun selain aspek teknis, dokumen jaminan pelaksanaan atau performance bond juga memiliki peran besar dalam memastikan proyek berjalan sesuai kontrak.
Keyword Performance Bond Tender Genset 10% merujuk pada jaminan pelaksanaan dalam tender pengadaan genset dengan nilai jaminan sebesar 10% dari nilai kontrak atau nilai pekerjaan sesuai ketentuan dokumen tender. Performance bond digunakan sebagai bentuk perlindungan bagi pemilik proyek apabila penyedia atau kontraktor tidak memenuhi kewajiban pelaksanaan pekerjaan sesuai kontrak.
Dalam pengadaan genset industri, pekerjaan tidak selalu berhenti pada pengiriman unit. Banyak proyek mencakup pengadaan mesin diesel, alternator genset, panel kontrol, silent canopy, tangki bahan bakar, base frame, kabel, grounding, exhaust system, ATS, AMF, instalasi, testing, commissioning, pelatihan operator, garansi, hingga after sales. Karena cakupan pekerjaan cukup luas, pemilik proyek membutuhkan kepastian bahwa penyedia benar-benar menjalankan kewajibannya sampai tahap serah terima.
Performance Bond Tender Genset 10% menjadi salah satu instrumen pengendalian risiko. Jika penyedia gagal mengirim unit, tidak menyelesaikan instalasi, tidak memenuhi spesifikasi, menolak memperbaiki pekerjaan, atau wanprestasi sesuai ketentuan kontrak, pemilik proyek dapat menggunakan mekanisme klaim jaminan sesuai dokumen yang berlaku.
Namun performance bond tidak boleh dipahami secara sederhana sebagai “uang jaminan” biasa. Di dalamnya terdapat pihak penerbit jaminan, masa berlaku, nilai jaminan, syarat klaim, objek pekerjaan, dasar kontrak, dan kondisi pencairan. Karena itu, pembeli, kontraktor, procurement, engineer, dan penyedia genset perlu memahami cara kerja performance bond secara teknis dan administratif.
Artikel ini membahas Performance Bond Tender Genset 10% secara informatif dan profesional, mulai dari pengertian, fungsi, cara kerja, karakteristik, spesifikasi umum, aplikasi industri, faktor yang perlu dipertimbangkan, hubungan dengan maintenance, hingga FAQ yang sering dicari pengguna.
Apa Itu Performance Bond Tender Genset 10%
Performance Bond Tender Genset 10% adalah jaminan pelaksanaan yang diberikan oleh penyedia atau kontraktor kepada pemilik proyek sebagai bukti kesanggupan melaksanakan pekerjaan pengadaan genset sesuai kontrak. Nilai 10% biasanya dihitung dari nilai kontrak, nilai purchase order, atau nilai pekerjaan yang disebutkan dalam dokumen tender.
Performance bond dapat diterbitkan oleh bank, perusahaan asuransi, atau lembaga penjamin sesuai ketentuan proyek. Bentuknya dapat berupa bank guarantee, surety bond, insurance bond, atau bentuk jaminan lain yang disetujui dalam dokumen pengadaan. Setiap proyek dapat memiliki ketentuan berbeda mengenai siapa penerbit yang diterima, format dokumen, masa berlaku, dan mekanisme klaim.
Dalam tender genset, performance bond biasanya diminta setelah penyedia dinyatakan sebagai pemenang tender atau sebelum kontrak efektif berjalan. Jaminan ini menunjukkan bahwa penyedia siap menjalankan kewajiban, mulai dari pengadaan unit, pengiriman, instalasi, testing, commissioning, sampai serah terima sesuai ruang lingkup pekerjaan.
Genset yang menjadi objek pekerjaan dapat berupa genset open type, silent type, trailer, genset standby, prime power, atau sistem genset custom. Unit dapat terdiri dari mesin diesel, generator listrik, alternator genset, radiator, panel kontrol, baterai starter, tangki bahan bakar, base frame, exhaust system, serta perangkat proteksi. Jika proyek lebih kompleks, dapat ditambahkan panel ATS/AMF, synchronizing panel, load sharing, kabel daya, grounding, ducting, atau pekerjaan sipil pendukung.
Performance bond berbeda dari bid bond atau jaminan penawaran. Bid bond biasanya digunakan pada tahap tender untuk menjamin keseriusan peserta tender. Performance bond digunakan setelah kontrak berjalan untuk menjamin pelaksanaan pekerjaan. Performance bond juga berbeda dari warranty bond atau maintenance bond yang biasanya berkaitan dengan masa pemeliharaan setelah pekerjaan selesai.
Nilai 10% dalam Performance Bond Tender Genset 10% bukan angka yang berdiri sendiri. Nilai ini harus dibaca berdasarkan dokumen tender dan kontrak. Apakah 10% dihitung dari total kontrak termasuk PPN, sebelum PPN, nilai barang saja, atau nilai pekerjaan tertentu harus dijelaskan agar tidak terjadi perbedaan interpretasi.
Dengan demikian, Performance Bond Tender Genset 10% adalah dokumen jaminan penting yang menghubungkan aspek finansial, administrasi, dan teknis dalam pengadaan genset. Tujuannya adalah melindungi pemilik proyek dari risiko kegagalan pelaksanaan pekerjaan.
Fungsi dan Peran dalam Sistem Genset atau Industri
Performance Bond Tender Genset 10% memiliki fungsi penting dalam proyek pengadaan genset, terutama pada proyek bernilai besar atau proyek yang berkaitan dengan fasilitas strategis. Fungsi ini tidak hanya administratif, tetapi juga berhubungan dengan keandalan sistem pembangkit listrik.
Peran pertama adalah memberikan jaminan pelaksanaan. Pemilik proyek membutuhkan kepastian bahwa penyedia akan menjalankan pekerjaan sesuai kontrak. Dalam pengadaan genset, hal ini mencakup kesesuaian spesifikasi, jadwal pengiriman, instalasi, commissioning, dan dokumen serah terima.
Peran kedua adalah mengurangi risiko wanprestasi. Jika penyedia tidak melaksanakan pekerjaan, meninggalkan proyek, tidak memenuhi spesifikasi, atau gagal menyelesaikan kewajiban, performance bond dapat menjadi instrumen perlindungan bagi pemilik proyek sesuai ketentuan kontrak.
Peran ketiga adalah meningkatkan disiplin penyedia. Dengan adanya performance bond, penyedia lebih terdorong untuk mengelola proyek dengan serius. Penyedia perlu memastikan stok mesin diesel, alternator genset, panel kontrol, canopy, baterai, controller, breaker, dan komponen lain tersedia sesuai jadwal.
Peran keempat adalah mendukung kepastian sistem kelistrikan. Genset sering menjadi bagian dari sistem backup power. Jika proyek genset gagal selesai, fasilitas dapat kehilangan sumber listrik cadangan. Performance bond membantu mengurangi risiko proyek tidak selesai tanpa mekanisme perlindungan.
Peran kelima adalah memperkuat administrasi tender. Tender genset biasanya membutuhkan dokumen yang rapi, seperti penawaran teknis, penawaran harga, jadwal pelaksanaan, garansi, after sales, surat dukungan, dan jaminan pelaksanaan. Performance bond menjadi bagian dari tata kelola pengadaan yang lebih tertib.
Peran keenam adalah melindungi jadwal proyek. Keterlambatan atau kegagalan penyedia dapat memengaruhi pekerjaan lain, seperti instalasi panel distribusi, pengujian MEP, commissioning gedung, atau serah terima fasilitas. Dengan performance bond, risiko keterlambatan dapat dikelola lebih serius.
Peran ketujuh adalah membantu pemilik proyek dalam mitigasi kerugian. Jika penyedia tidak menyelesaikan pekerjaan, pencairan jaminan dapat membantu pemilik proyek mencari penyedia pengganti, menutup sebagian biaya tambahan, atau mengurangi dampak finansial sesuai nilai jaminan.
Dalam sistem industri, performance bond membantu memastikan pengadaan genset tidak hanya berjalan berdasarkan janji, tetapi juga memiliki mekanisme jaminan yang jelas.
Cara Kerja
Cara kerja Performance Bond Tender Genset 10% dapat dipahami sebagai alur penerbitan, penggunaan, pemantauan, dan pelepasan jaminan pelaksanaan. Proses ini melibatkan pemilik proyek, penyedia genset, penerbit jaminan, dan dokumen kontrak.
Tahap pertama adalah penetapan persyaratan tender. Dokumen tender menyebutkan bahwa pemenang tender wajib menyerahkan performance bond sebesar 10% dari nilai kontrak. Di dalam dokumen tersebut sebaiknya dijelaskan format jaminan, penerbit yang diterima, masa berlaku, dasar nilai, dan batas waktu penyerahan.
Tahap kedua adalah penunjukan pemenang tender. Setelah penyedia dinyatakan menang, penyedia diminta menyerahkan performance bond sebelum kontrak ditandatangani atau sebelum pekerjaan dimulai. Tujuannya agar pemilik proyek memiliki jaminan sejak awal pelaksanaan.
Tahap ketiga adalah pengajuan jaminan oleh penyedia. Penyedia mengajukan penerbitan performance bond ke bank, perusahaan asuransi, atau lembaga penjamin. Penerbit akan menilai dokumen kontrak, nilai pekerjaan, profil penyedia, dan risiko proyek.
Tahap keempat adalah penerbitan dokumen jaminan. Performance bond diterbitkan dengan mencantumkan nama pemilik proyek, nama penyedia, nilai jaminan, nomor kontrak, masa berlaku, objek pekerjaan, dan syarat klaim. Dokumen ini kemudian diserahkan kepada pemilik proyek.
Tahap kelima adalah verifikasi dokumen oleh pemilik proyek. Pemilik proyek memeriksa apakah nilai jaminan sesuai 10%, masa berlaku cukup, penerbit dapat diterima, redaksi sesuai format tender, dan objek pekerjaan sesuai kontrak. Jika ada kekeliruan, penyedia harus memperbaiki dokumen.
Tahap keenam adalah pelaksanaan pekerjaan. Setelah performance bond diterima, penyedia menjalankan pekerjaan pengadaan genset. Tahap ini dapat mencakup pemesanan unit, produksi panel, perakitan, FAT, pengiriman, unloading, instalasi, grounding, exhaust, koneksi panel, testing, dan commissioning.
Tahap ketujuh adalah monitoring progress. Pemilik proyek memantau apakah pekerjaan berjalan sesuai jadwal dan spesifikasi. Dokumen seperti laporan progress, surat jalan, foto unit, FAT report, SAT report, commissioning report, dan berita acara perlu disiapkan.
Tahap kedelapan adalah penanganan masalah jika terjadi wanprestasi. Jika penyedia gagal melaksanakan kewajiban, pemilik proyek dapat mengirim teguran, meminta perbaikan, atau mengikuti prosedur klaim jaminan sesuai kontrak. Pencairan performance bond tidak boleh dilakukan sembarangan, tetapi harus mengikuti ketentuan dokumen.
Tahap kesembilan adalah penyelesaian pekerjaan. Jika genset telah dikirim, dipasang, diuji, dan diterima sesuai kontrak, maka pemilik proyek dapat menerbitkan berita acara serah terima. Setelah kewajiban pelaksanaan selesai, performance bond dapat dikembalikan atau diganti dengan jaminan pemeliharaan jika disyaratkan.
Tahap kesepuluh adalah masa garansi atau maintenance. Setelah serah terima, proyek dapat masuk masa garansi. Pada tahap ini, kewajiban penyedia biasanya bergeser dari pelaksanaan pekerjaan ke dukungan after sales, perbaikan cacat, dan maintenance sesuai kesepakatan.
Dengan alur tersebut, performance bond bekerja sebagai instrumen jaminan yang mengikuti siklus proyek dari tahap kontrak sampai pekerjaan selesai.
Keunggulan dan Karakteristik
Performance Bond Tender Genset 10% memiliki beberapa keunggulan dan karakteristik penting yang perlu dipahami oleh pembeli dan penyedia.
Memberikan perlindungan terhadap risiko pelaksanaan
Keunggulan utama performance bond adalah memberikan perlindungan jika penyedia gagal menyelesaikan pekerjaan. Dalam proyek genset, kegagalan pelaksanaan dapat berdampak pada kesiapan sistem kelistrikan dan operasional fasilitas.
Dengan adanya jaminan, pemilik proyek memiliki dasar perlindungan finansial sesuai nilai jaminan yang disepakati.
Mendorong penyedia lebih disiplin
Performance bond membuat penyedia lebih berhati-hati dalam menerima proyek. Penyedia harus memastikan kemampuan pengadaan, kemampuan teknis, ketersediaan tim, lead time, dan komponen utama sebelum menyetujui kontrak.
Hal ini penting karena genset industri sering melibatkan spesifikasi custom dan jadwal yang ketat.
Memperkuat tata kelola tender
Tender yang menggunakan performance bond biasanya memiliki struktur administrasi lebih tertib. Dokumen kontrak, payment term, jadwal pelaksanaan, penalti, garansi, dan serah terima perlu dibuat lebih jelas.
Kejelasan administrasi membantu mengurangi sengketa selama proyek berjalan.
Berkaitan erat dengan milestone pekerjaan
Performance bond tidak berdiri sendiri. Jaminan ini berkaitan dengan milestone proyek, seperti approval teknis, produksi, pengiriman, instalasi, testing, commissioning, dan serah terima. Jika milestone tidak jelas, pengelolaan performance bond juga menjadi lebih sulit.
Karena itu, kontrak genset sebaiknya memiliki jadwal pekerjaan yang rinci.
Perlu masa berlaku yang cukup
Masa berlaku performance bond harus mencakup periode pelaksanaan pekerjaan. Jika lead time genset 90 hari, ditambah waktu instalasi dan commissioning, maka masa berlaku jaminan harus cukup sampai pekerjaan selesai. Jika proyek mundur, perpanjangan jaminan dapat diperlukan.
Spesifikasi Teknis
Dalam konteks Performance Bond Tender Genset 10%, spesifikasi teknis yang perlu diperhatikan mencakup dokumen jaminan, dasar nilai kontrak, cakupan pekerjaan, dan milestone teknis pengadaan genset. Berikut tabel acuan umum.
| Aspek | Informasi yang Perlu Diperhatikan |
|---|---|
| Nilai jaminan | 10% dari nilai kontrak, nilai PO, atau dasar lain sesuai tender |
| Bentuk jaminan | Bank guarantee, surety bond, insurance bond, atau format lain yang diterima |
| Penerbit jaminan | Bank, perusahaan asuransi, atau lembaga penjamin sesuai ketentuan proyek |
| Masa berlaku | Mencakup masa pelaksanaan sampai serah terima pekerjaan |
| Objek pekerjaan | Pengadaan genset, pengiriman, instalasi, testing, commissioning, atau paket lengkap |
| Komponen genset | Mesin diesel, alternator genset, radiator, panel kontrol, base frame, baterai |
| Sistem pendukung | ATS/AMF, exhaust, tangki, kabel, grounding, silent canopy, load test jika ada |
| Dasar klaim | Wanprestasi, gagal menyelesaikan pekerjaan, ketidaksesuaian kontrak, atau sesuai klausul |
| Dokumen pendukung | Kontrak, PO, jadwal pekerjaan, teguran, berita acara, laporan progress |
| Pelepasan jaminan | Setelah pekerjaan selesai, BAST, commissioning, atau sesuai kontrak |
| Risiko utama | Keterlambatan, ketidaksesuaian spesifikasi, gagal instalasi, gagal commissioning |
| Dokumen teknis | Datasheet, FAT report, SAT report, commissioning report, manual, garansi |
Tabel tersebut menunjukkan bahwa performance bond harus dibaca bersama dokumen teknis proyek. Nilai jaminan 10% hanya satu bagian. Yang lebih penting adalah memastikan cakupan pekerjaan dan syarat klaim ditulis dengan jelas.
Untuk proyek genset import, masa berlaku performance bond sebaiknya memperhitungkan lead time pengiriman, proses bea cukai, transportasi lokal, instalasi, dan commissioning. Untuk genset custom, masa produksi panel atau canopy juga perlu diperhitungkan.
Aplikasi dalam Berbagai Industri
Performance Bond Tender Genset 10% relevan untuk berbagai sektor yang membutuhkan pengadaan genset dengan risiko proyek yang perlu dikendalikan.
Pada pabrik, genset digunakan untuk mendukung mesin produksi, conveyor, pompa, compressor, blower, panel kontrol, sistem penerangan, dan beban prioritas. Performance bond membantu memastikan penyedia menyelesaikan pengadaan sesuai kontrak.
Pada rumah sakit, genset menjadi bagian dari sistem kelistrikan darurat. Keterlambatan atau kegagalan penyedia dapat memengaruhi kesiapan fasilitas. Jaminan pelaksanaan menjadi penting karena beban rumah sakit membutuhkan keandalan tinggi.
Pada gedung komersial, genset mendukung lift tertentu, pompa air, fire pump, CCTV, access control, server kecil, dan lampu darurat. Proyek gedung biasanya memiliki jadwal commissioning MEP yang ketat, sehingga performance bond membantu menjaga komitmen penyedia.
Pada proyek konstruksi, genset dapat digunakan sebagai sumber listrik sementara atau bagian dari fasilitas akhir. Performance bond membantu melindungi owner atau kontraktor utama dari risiko penyedia tidak menyelesaikan kewajiban.
Pada infrastruktur, genset digunakan untuk pelabuhan, fasilitas transportasi, pengolahan air, telekomunikasi, fasilitas energi, gudang logistik, dan sistem keamanan. Proyek seperti ini sering membutuhkan dokumen jaminan karena nilainya besar dan berdampak pada layanan publik.
Selain itu, Performance Bond Tender Genset 10% juga relevan untuk proyek BUMN, kantor pemerintahan, pusat data, hotel, cold storage, kawasan industri, fasilitas pendidikan, dan fasilitas publik yang membutuhkan generator listrik andal dengan administrasi pengadaan yang tertib.
Faktor yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Memilih
Sebelum menyetujui Performance Bond Tender Genset 10%, ada beberapa faktor teknis dan administratif yang perlu diperhatikan.
Faktor pertama adalah dasar nilai jaminan. Pastikan apakah 10% dihitung dari nilai kontrak termasuk pajak, sebelum pajak, nilai pekerjaan utama, atau nilai barang saja. Perbedaan dasar perhitungan dapat memengaruhi nilai jaminan secara signifikan.
Faktor kedua adalah format jaminan. Dokumen tender biasanya memiliki format tertentu. Penyedia harus memastikan performance bond menggunakan format yang diterima agar tidak ditolak saat verifikasi.
Faktor ketiga adalah penerbit jaminan. Tidak semua bank atau perusahaan asuransi otomatis diterima oleh pemilik proyek. Pastikan penerbit jaminan sesuai persyaratan tender.
Faktor keempat adalah masa berlaku. Masa berlaku harus cukup sampai pekerjaan selesai. Jika proyek mengalami perpanjangan, performance bond juga perlu diperpanjang agar tidak kedaluwarsa sebelum serah terima.
Faktor kelima adalah cakupan pekerjaan. Apakah penyedia hanya mengirim genset, atau juga bertanggung jawab atas instalasi, kabel, grounding, exhaust, ATS/AMF, load test, dan commissioning? Semakin luas scope, semakin penting jaminan pelaksanaan.
Faktor keenam adalah syarat klaim. Kontrak perlu menjelaskan kondisi apa yang dapat menyebabkan performance bond diklaim. Misalnya gagal menyelesaikan pekerjaan, tidak memenuhi spesifikasi, tidak memperbaiki pekerjaan, atau wanprestasi.
Faktor ketujuh adalah hubungan dengan penalti keterlambatan. Performance bond berbeda dari penalty late delivery. Penalti adalah denda keterlambatan, sedangkan performance bond adalah jaminan pelaksanaan. Keduanya perlu diatur agar tidak tumpang tindih.
Faktor kedelapan adalah hubungan dengan garansi. Setelah pekerjaan selesai, performance bond dapat dilepas atau diganti dengan warranty bond jika proyek mensyaratkan jaminan pemeliharaan. Hal ini perlu dijelaskan sejak awal.
Faktor kesembilan adalah kemampuan teknis penyedia. Jaminan pelaksanaan tidak menggantikan kemampuan teknis. Penyedia tetap harus mampu menyediakan genset sesuai kapasitas, merek, konfigurasi, jadwal, dan standar proyek.
Perawatan dan Maintenance
Performance Bond Tender Genset 10% berfokus pada jaminan pelaksanaan pekerjaan, tetapi tetap memiliki hubungan dengan maintenance. Dalam banyak proyek, serah terima akhir tidak hanya melihat apakah unit sudah dikirim, tetapi juga apakah genset dapat bekerja sesuai spesifikasi setelah instalasi dan commissioning.
Setelah genset tiba di lokasi, pemeriksaan awal perlu dilakukan. Periksa kondisi fisik, panel kontrol, radiator, baterai, terminal output, kebocoran oli, kebocoran coolant, kebocoran bahan bakar, base frame, dan kelengkapan aksesori. Jika ada kerusakan akibat pengiriman, dokumentasi harus dibuat.
Pemeriksaan mesin diesel meliputi level oli, coolant, fuel system, filter, fan belt, hose, radiator, tekanan oli, suhu mesin, suara mesin, dan getaran. Mesin diesel harus bekerja stabil sebelum unit diberi beban.
Pemeriksaan alternator genset meliputi tegangan output, frekuensi, AVR, terminal, ventilasi, bearing, winding, dan indikasi panas berlebih. Alternator harus menghasilkan listrik stabil sesuai kebutuhan sistem.
Panel kontrol perlu diuji. Controller, alarm, emergency stop, breaker, indikator tegangan, arus, frekuensi, low oil pressure, high temperature, over voltage, under voltage, dan overspeed harus berfungsi.
Jika genset dilengkapi ATS/AMF, simulasi otomatis perlu dilakukan. Tujuannya memastikan genset dapat start otomatis saat listrik utama padam, beban berpindah dengan aman, dan sistem kembali normal setelah sumber utama tersedia.
Load test perlu dilakukan untuk membuktikan kemampuan genset menyuplai beban aktual. Pengujian tanpa beban belum cukup untuk memastikan performa sistem pembangkit listrik.
Setelah commissioning, preventive maintenance harus dijadwalkan. Pemeriksaan berkala meliputi oli, filter, coolant, baterai, radiator, fuel system, alternator, panel, grounding, dan sistem proteksi.
Dokumentasi maintenance, commissioning report, FAT report, SAT report, garansi, manual, dan berita acara serah terima harus disimpan. Dokumen ini berguna untuk pelepasan performance bond, klaim garansi, audit proyek, dan pengelolaan aset.
Dengan maintenance dan dokumentasi yang baik, proyek genset tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga siap digunakan secara teknis.
Kesimpulan
Performance Bond Tender Genset 10% merupakan jaminan pelaksanaan yang penting dalam proyek pengadaan genset industri, gedung komersial, rumah sakit, konstruksi, infrastruktur, BUMN, dan fasilitas publik. Jaminan ini membantu melindungi pemilik proyek jika penyedia gagal menjalankan kewajiban sesuai kontrak.
Dalam pengadaan genset, pekerjaan dapat mencakup pengadaan mesin diesel, alternator genset, panel kontrol, silent canopy, ATS/AMF, kabel, grounding, exhaust, instalasi, testing, commissioning, dan serah terima. Karena cakupan pekerjaan luas, performance bond membantu memastikan penyedia memiliki komitmen pelaksanaan yang jelas.
Nilai 10% harus dihitung berdasarkan dasar yang jelas, apakah dari nilai kontrak, nilai PO, atau nilai pekerjaan tertentu. Selain itu, dokumen harus menjelaskan bentuk jaminan, penerbit, masa berlaku, syarat klaim, cakupan pekerjaan, dan mekanisme pelepasan jaminan.
Performance bond tidak menggantikan evaluasi teknis. Pemilik proyek tetap perlu memeriksa kapasitas genset, mesin diesel, alternator, panel kontrol, sistem proteksi, lead time, after sales, garansi, dan kemampuan penyedia menjalankan commissioning.
Dengan performance bond yang jelas, dokumen teknis yang lengkap, jadwal realistis, dan maintenance yang teratur, pengadaan genset dapat berjalan lebih tertib dari tahap tender sampai unit siap digunakan sebagai bagian dari sistem pembangkit listrik.
FAQ
Apa itu Performance Bond Tender Genset 10%?
Performance Bond Tender Genset 10% adalah jaminan pelaksanaan sebesar 10% dari nilai kontrak atau nilai pekerjaan, yang diberikan oleh penyedia kepada pemilik proyek untuk menjamin pekerjaan pengadaan genset dilaksanakan sesuai kontrak.
Apa fungsi performance bond dalam tender genset?
Fungsinya adalah melindungi pemilik proyek jika penyedia gagal memenuhi kewajiban, seperti tidak mengirim unit, tidak menyelesaikan instalasi, tidak memenuhi spesifikasi, atau wanprestasi sesuai kontrak.
Apakah performance bond sama dengan bid bond?
Tidak sama. Bid bond digunakan pada tahap penawaran untuk menjamin keseriusan peserta tender. Performance bond digunakan setelah kontrak berjalan untuk menjamin pelaksanaan pekerjaan.
Siapa yang menerbitkan performance bond?
Performance bond dapat diterbitkan oleh bank, perusahaan asuransi, atau lembaga penjamin yang diterima oleh pemilik proyek sesuai ketentuan tender.
Dari nilai apa performance bond 10% dihitung?
Dasar perhitungan dapat berupa nilai kontrak, nilai purchase order, nilai sebelum pajak, nilai setelah pajak, atau dasar lain sesuai dokumen tender. Hal ini harus ditulis jelas dalam kontrak.
Kapan performance bond harus diserahkan?
Biasanya performance bond diserahkan setelah penyedia dinyatakan sebagai pemenang tender dan sebelum kontrak efektif berjalan atau sebelum pekerjaan dimulai.
Kapan performance bond dapat dicairkan?
Performance bond dapat dicairkan jika penyedia wanprestasi atau gagal memenuhi kewajiban sesuai ketentuan kontrak. Mekanisme klaim harus mengikuti dokumen jaminan dan kontrak.
Kapan performance bond dikembalikan?
Performance bond biasanya dikembalikan setelah pekerjaan selesai, unit diterima, commissioning berhasil, dan berita acara serah terima ditandatangani. Namun detailnya tergantung kontrak.
Apakah performance bond menggantikan garansi genset?
Tidak. Performance bond menjamin pelaksanaan pekerjaan, sedangkan garansi genset berkaitan dengan perlindungan teknis setelah unit diterima. Keduanya memiliki fungsi berbeda.
Apa dokumen yang berkaitan dengan performance bond genset?
Dokumen yang berkaitan meliputi kontrak, purchase order, dokumen tender, performance bond, jadwal pelaksanaan, FAT report, surat jalan, commissioning report, berita acara serah terima, manual, dan garansi.