Dalam sistem genset dan mesin diesel industri, pengukuran putaran mesin merupakan bagian penting dari kontrol dan proteksi. Genset tidak hanya membutuhkan mesin diesel yang kuat dan alternator yang sesuai, tetapi juga membutuhkan sensor yang mampu membaca kecepatan putaran mesin secara akurat. Data putaran ini digunakan oleh panel kontrol, governor elektronik, sistem proteksi overspeed, dan perangkat monitoring agar genset dapat bekerja stabil dan aman.
Magnetic Speed Sensor MSP6732 Fungsi menjadi topik penting karena sensor kecepatan jenis magnetic pickup banyak digunakan pada mesin diesel dan generator set. Sensor ini membaca putaran flywheel atau gear mesin, lalu mengubah gerakan mekanis menjadi sinyal listrik. Sinyal tersebut kemudian dikirim ke controller untuk membaca RPM mesin.
Pada sistem genset, RPM mesin sangat berkaitan dengan frekuensi output generator listrik. Untuk sistem 50 Hz, genset dengan alternator 4 pole umumnya bekerja pada sekitar 1500 rpm. Jika putaran mesin turun, frekuensi listrik ikut turun. Jika putaran mesin naik terlalu tinggi, frekuensi ikut naik dan dapat memicu proteksi overspeed. Karena itu, sensor kecepatan memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan sistem pembangkit listrik.
MSP6732 merupakan salah satu tipe magnetic speed sensor yang digunakan untuk membaca kecepatan putaran mesin melalui prinsip induksi magnetik. Sensor ini biasanya dipasang dekat flywheel, ring gear, atau gear bergerigi lainnya. Ketika gigi gear lewat di depan ujung sensor, medan magnet berubah dan menghasilkan pulsa listrik. Pulsa inilah yang dibaca oleh controller sebagai informasi kecepatan mesin.
Artikel ini membahas Magnetic Speed Sensor MSP6732 Fungsi secara teknis, informatif, dan mudah dipahami, mulai dari definisi, peran, cara kerja, karakteristik, spesifikasi umum, aplikasi industri, faktor pemilihan, hingga perawatan dan troubleshooting.
Apa Itu Magnetic Speed Sensor MSP6732 Fungsi
Magnetic Speed Sensor MSP6732 adalah sensor kecepatan berbasis magnetic pickup yang digunakan untuk membaca putaran mesin diesel, genset, atau peralatan mekanis berputar. Sensor ini bekerja dengan mendeteksi pergerakan gigi logam pada flywheel atau gear. Setiap kali gigi logam melewati ujung sensor, sensor menghasilkan sinyal pulsa listrik.
Fungsi utama Magnetic Speed Sensor MSP6732 adalah memberikan informasi kecepatan putaran mesin kepada sistem kontrol. Data ini dapat digunakan oleh electronic governor, engine controller, panel genset, tachometer, dan sistem proteksi overspeed. Tanpa sinyal speed yang akurat, controller tidak dapat mengetahui apakah mesin berjalan pada RPM normal, terlalu rendah, atau terlalu tinggi.
Pada genset diesel, sensor speed seperti MSP6732 sering digunakan bersama governor elektronik. Governor membutuhkan data putaran mesin untuk mengatur actuator bahan bakar. Jika RPM turun karena beban bertambah, governor akan menambah suplai bahan bakar. Jika RPM naik karena beban berkurang, governor akan mengurangi suplai bahan bakar. Semua proses ini bergantung pada pembacaan speed sensor.
Sensor ini juga dapat digunakan untuk proteksi. Jika putaran mesin melebihi batas aman, controller dapat membaca kondisi overspeed dan memerintahkan shutdown. Proteksi overspeed penting karena putaran berlebih dapat merusak mesin diesel, alternator genset, coupling, bearing, dan komponen mekanis lainnya.
Secara fisik, magnetic speed sensor berbentuk silinder dengan ulir pada body sensor. Ulir ini memudahkan pemasangan pada housing mesin atau bracket dekat flywheel. Bagian ujung sensor diarahkan ke gigi gear dengan jarak tertentu. Jarak ini sangat penting karena terlalu jauh dapat membuat sinyal lemah, sedangkan terlalu dekat dapat menyebabkan sensor menyentuh gear dan rusak.
Fungsi dan Peran dalam Sistem Genset atau Industri
Magnetic Speed Sensor MSP6732 memiliki beberapa fungsi penting dalam sistem genset dan mesin diesel. Fungsi pertama adalah membaca RPM mesin. Controller membutuhkan informasi ini untuk menampilkan putaran mesin pada display atau panel monitoring. Operator dapat mengetahui apakah mesin bekerja pada kecepatan normal.
Fungsi kedua adalah memberi sinyal speed ke governor elektronik. Dalam sistem electronic diesel engine control, governor tidak dapat mengatur bahan bakar dengan benar tanpa data RPM. Sensor MSP6732 memberikan sinyal pulsa yang digunakan controller untuk membandingkan putaran aktual dengan set point. Jika ada selisih, controller menggerakkan actuator untuk mengoreksi suplai bahan bakar.
Fungsi ketiga adalah mendukung stabilitas frekuensi genset. Karena frekuensi output generator listrik dipengaruhi oleh putaran mesin, pembacaan RPM yang akurat membantu governor menjaga frekuensi tetap stabil. Pada genset industri, kestabilan frekuensi penting untuk motor listrik, pompa, compressor, chiller, panel kontrol, PLC, inverter, dan peralatan elektronik.
Fungsi keempat adalah proteksi overspeed. Jika mesin diesel berputar melebihi batas aman, sensor speed akan mengirim sinyal yang menunjukkan RPM terlalu tinggi. Controller kemudian dapat memicu alarm atau shutdown. Proteksi ini membantu mencegah kerusakan mesin akibat putaran berlebih.
Fungsi kelima adalah mendukung sistem paralel genset. Pada sistem synchronization panel atau multi genset, kecepatan mesin dan frekuensi harus dikontrol dengan baik sebelum genset masuk paralel. Sensor speed membantu governor menjaga putaran sehingga proses sinkronisasi lebih stabil. Dalam sistem load sharing, data speed juga membantu menjaga respons mesin saat beban dibagi antar genset.
Pada industri, sensor speed digunakan tidak hanya pada genset, tetapi juga pada mesin diesel pompa, compressor, engine drive, turbin kecil, dan peralatan berputar lain yang membutuhkan monitoring RPM. Dalam fasilitas industri, sensor kecil seperti ini dapat menentukan apakah sistem kontrol bekerja akurat atau tidak.
Cara Kerja
Cara kerja Magnetic Speed Sensor MSP6732 didasarkan pada prinsip induksi elektromagnetik. Sensor ini memiliki magnet permanen dan kumparan di dalam bodinya. Ketika benda logam bergerigi, seperti flywheel gear, bergerak melewati ujung sensor, medan magnet di sekitar sensor berubah. Perubahan medan magnet tersebut menghasilkan tegangan listrik kecil dalam bentuk pulsa AC.
Setiap gigi gear yang melewati sensor menghasilkan satu pulsa. Jika gear berputar lebih cepat, pulsa yang dihasilkan juga lebih rapat atau frekuensinya lebih tinggi. Controller membaca frekuensi pulsa tersebut dan menghitung RPM mesin berdasarkan jumlah gigi gear serta jumlah pulsa per waktu.
Misalnya, jika flywheel memiliki jumlah gigi tertentu, controller dapat menghitung berapa putaran mesin per menit dari jumlah pulsa yang diterima. Karena itu, pengaturan jumlah teeth atau gear teeth pada controller harus sesuai dengan jumlah gigi yang dibaca sensor. Jika setting jumlah gigi salah, RPM yang tampil di panel juga akan salah.
Sensor MSP6732 biasanya tidak membutuhkan suplai listrik eksternal seperti sensor aktif tertentu, karena sinyalnya dihasilkan dari perubahan medan magnet. Namun kualitas sinyal sangat bergantung pada jarak sensor ke gear, kecepatan putar, kondisi gigi gear, kualitas kabel, dan kondisi sensor itu sendiri.
Jarak antara ujung sensor dan gigi flywheel disebut air gap. Air gap yang terlalu besar membuat sinyal lemah. Controller dapat gagal membaca RPM, terutama saat mesin berputar lambat ketika starting. Air gap yang terlalu kecil berisiko membuat sensor menyentuh gigi flywheel. Jika terjadi kontak fisik, ujung sensor dapat rusak.
Pemasangan sensor biasanya dilakukan dengan cara memasukkan sensor hingga menyentuh gigi gear secara perlahan, lalu diputar mundur sesuai jarak yang direkomendasikan. Setelah itu, mur pengunci dikencangkan agar posisi sensor tidak berubah akibat getaran mesin. Namun prosedur detail harus mengikuti rekomendasi pabrikan dan kondisi mesin.
Ketika mesin beroperasi, sensor terus menghasilkan pulsa. Controller menggunakan sinyal tersebut untuk monitoring, kontrol governor, alarm, dan proteksi. Jika sinyal hilang, controller dapat membaca kondisi speed sensor fail. Pada beberapa sistem, kehilangan sinyal speed dapat membuat genset shutdown untuk alasan keselamatan.
Keunggulan dan Karakteristik
Pembacaan RPM Mesin secara Langsung
Keunggulan utama Magnetic Speed Sensor MSP6732 adalah kemampuannya membaca putaran mesin secara langsung dari flywheel atau gear. Metode ini cukup akurat karena sensor membaca gerakan mekanis aktual mesin. Data RPM yang dihasilkan dapat digunakan untuk panel kontrol, tachometer, governor, dan sistem proteksi.
Pembacaan langsung ini penting pada genset industri karena putaran mesin menentukan frekuensi output. Jika data speed tidak akurat, governor dapat salah merespons dan frekuensi genset menjadi tidak stabil.
Konstruksi Sederhana dan Tahan Lingkungan Mesin
Magnetic speed sensor umumnya memiliki konstruksi yang sederhana dan cukup kuat untuk lingkungan mesin diesel. Body sensor biasanya berbentuk logam berulir sehingga dapat dipasang pada housing mesin. Karena tidak memiliki banyak bagian bergerak, sensor ini relatif tahan terhadap getaran selama pemasangannya benar.
Namun, sensor tetap harus dilindungi dari panas berlebih, oli, kelembapan, dan kabel yang rusak. Koneksi longgar atau isolasi kabel terkelupas dapat mengganggu sinyal speed.
Mendukung Governor Elektronik
Sensor MSP6732 sangat penting pada sistem governor elektronik. Governor membutuhkan sinyal speed untuk menjaga RPM mesin. Tanpa sensor speed yang stabil, actuator bahan bakar tidak dapat dikontrol dengan presisi. Akibatnya, mesin dapat hunting, frekuensi naik turun, atau sulit menerima beban.
Dalam sistem genset dengan beban dinamis, seperti pompa besar, motor listrik, compressor, dan conveyor, sinyal speed yang akurat membantu governor merespons perubahan beban lebih baik.
Mendukung Proteksi Overspeed
Overspeed adalah kondisi berbahaya pada mesin diesel. Jika mesin berputar melebihi batas aman, komponen mekanis dapat mengalami tekanan berlebih. Magnetic Speed Sensor MSP6732 dapat membantu controller mendeteksi RPM tinggi dan memicu shutdown.
Proteksi overspeed sangat penting untuk genset industri, terutama pada mesin yang bekerja dengan beban besar atau sistem paralel. Kegagalan proteksi speed dapat meningkatkan risiko kerusakan serius.
Mudah Diintegrasikan dengan Controller
Magnetic speed sensor seperti MSP6732 dapat digunakan dengan berbagai controller genset dan governor, selama spesifikasi sinyal dan koneksi sesuai. Sensor ini dapat terhubung ke engine controller, tachometer, speed switch, governor controller, atau panel proteksi.
Meski demikian, kompatibilitas tetap harus diperiksa. Resistance sensor, jenis output, panjang kabel, shielding, dan kebutuhan input controller harus sesuai agar sinyal dapat dibaca dengan benar.
Spesifikasi Teknis
Spesifikasi Magnetic Speed Sensor MSP6732 dapat berbeda tergantung produsen, aplikasi, dan konfigurasi sistem. Berikut tabel spesifikasi umum sebagai gambaran teknis.
| Parameter | Informasi Umum |
|---|---|
| Jenis perangkat | Magnetic speed sensor / magnetic pickup |
| Fungsi utama | Membaca putaran mesin diesel atau gear berputar |
| Aplikasi | Genset diesel, engine controller, governor elektronik, tachometer |
| Prinsip kerja | Induksi elektromagnetik dari pergerakan gear logam |
| Output sinyal | Pulsa AC sesuai kecepatan gear |
| Objek pembacaan | Flywheel, ring gear, gear logam bergerigi |
| Komponen terkait | Governor controller, actuator, panel genset, overspeed protection |
| Pemasangan | Body berulir dengan lock nut pada housing mesin |
| Parameter penting | Air gap, jumlah gigi gear, kualitas sinyal, resistance sensor |
| Risiko umum | Sinyal lemah, sensor fail, air gap salah, kabel putus, ujung sensor rusak |
| Perawatan utama | Pemeriksaan jarak sensor, kabel, terminal, kebersihan ujung sensor |
| Dampak gangguan | RPM tidak terbaca, frekuensi tidak stabil, governor hunting, gagal start atau shutdown |
Tabel tersebut bersifat umum. Untuk penggunaan spesifik, data teknis seperti ukuran ulir, panjang sensor, resistance coil, temperatur kerja, tipe konektor, dan output signal perlu mengikuti datasheet atau manual produk yang digunakan.
Aplikasi dalam Berbagai Industri
Magnetic Speed Sensor MSP6732 digunakan pada berbagai sektor yang memakai genset dan mesin diesel industri.
Pada pabrik, sensor ini digunakan pada genset yang menyuplai mesin produksi, motor listrik, pompa, compressor, conveyor, panel kontrol, dan sistem utilitas. Stabilitas RPM mesin diesel membantu menjaga frekuensi listrik agar peralatan pabrik bekerja lebih aman.
Pada rumah sakit, sensor speed berperan dalam memastikan genset cadangan dapat menjaga frekuensi dengan baik. Fasilitas seperti ruang tindakan, laboratorium, pendingin obat, sistem informasi, dan penerangan darurat membutuhkan generator listrik yang stabil saat listrik utama padam.
Pada gedung komersial, sensor MSP6732 dapat digunakan pada genset untuk lift darurat, pompa hydrant, pompa transfer, HVAC, server, CCTV, dan sistem keamanan. Jika sensor speed bermasalah, genset dapat mengalami alarm atau gagal menjaga frekuensi dengan baik.
Pada proyek konstruksi, genset sering menghadapi beban dinamis seperti mesin las, pompa, alat potong, tower lamp, bor, dan peralatan lapangan. Sensor speed membantu governor membaca perubahan putaran mesin saat beban berubah cepat.
Pada infrastruktur, sensor ini digunakan pada genset untuk fasilitas air, pelabuhan, terminal, telekomunikasi, pusat data kecil, jalan tol, dan sistem utilitas. Infrastruktur membutuhkan sistem pembangkit listrik yang andal karena gangguan daya dapat berdampak pada layanan publik.
Selain itu, Magnetic Speed Sensor MSP6732 juga relevan untuk pertambangan, perkebunan, cold storage, gudang distribusi, fasilitas logistik, workshop, dan sistem multi genset yang menggunakan load sharing controller.
Faktor yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Memilih
Faktor pertama adalah kompatibilitas dengan controller. Sensor harus sesuai dengan input speed pada panel genset, governor controller, atau tachometer. Jika sinyal sensor tidak sesuai, controller tidak dapat membaca RPM dengan benar.
Faktor kedua adalah ukuran fisik dan ulir sensor. Magnetic speed sensor dipasang pada housing mesin, sehingga ukuran ulir, panjang body, dan bentuk konektor harus sesuai dengan dudukan yang tersedia. Sensor yang terlalu pendek atau terlalu panjang dapat menyulitkan pengaturan air gap.
Faktor ketiga adalah air gap. Sensor harus dapat dipasang dengan jarak yang tepat dari gear. Jarak terlalu jauh menghasilkan sinyal lemah. Jarak terlalu dekat berisiko kontak dengan gear. Air gap menjadi faktor penting dalam keandalan pembacaan speed.
Faktor keempat adalah jumlah gigi gear. Controller harus disetel sesuai jumlah gigi yang dibaca sensor. Jika jumlah teeth salah, RPM yang terbaca tidak akurat. Pada genset, pembacaan RPM yang salah dapat memengaruhi governor, alarm, dan proteksi.
Faktor kelima adalah kondisi lingkungan. Sensor bekerja di area mesin yang panas dan bergetar. Kabel harus tahan panas, terlindung dari gesekan, dan dipasang rapi. Jika kabel sensor dekat dengan kabel daya besar, gangguan noise dapat terjadi. Kabel shielded sering digunakan untuk mengurangi gangguan sinyal.
Faktor keenam adalah kualitas sensor. Sensor yang tidak sesuai spesifikasi dapat menghasilkan sinyal lemah, mudah rusak, atau tidak stabil. Untuk sistem genset industri, sensor speed harus dipilih berdasarkan kebutuhan kontrol, bukan hanya berdasarkan bentuk fisik.
Faktor ketujuh adalah kebutuhan proteksi. Jika sensor digunakan untuk overspeed protection, keandalannya menjadi lebih kritis. Sistem proteksi harus diuji agar benar-benar membaca RPM dan memicu shutdown pada kondisi yang ditentukan.
Perawatan dan Maintenance
Perawatan Magnetic Speed Sensor MSP6732 perlu dilakukan secara berkala karena sensor ini berperan penting dalam monitoring dan kontrol mesin diesel. Gangguan kecil pada sensor dapat menyebabkan RPM tidak terbaca, governor tidak stabil, atau genset mengalami alarm.
Pemeriksaan pertama adalah kondisi kabel. Kabel sensor harus terpasang kuat, tidak terkelupas, tidak terjepit, dan tidak terkena panas berlebih. Koneksi terminal harus bersih dan tidak longgar. Kabel yang rusak dapat menyebabkan sinyal hilang atau tidak stabil.
Pemeriksaan kedua adalah air gap sensor. Getaran mesin dapat membuat posisi sensor berubah jika lock nut tidak kencang. Jika air gap berubah terlalu jauh, sinyal dapat melemah. Jika terlalu dekat, ujung sensor dapat menyentuh gear. Pemeriksaan posisi sensor penting dilakukan setelah pekerjaan maintenance mesin atau penggantian sensor.
Pemeriksaan ketiga adalah kebersihan ujung sensor. Serbuk logam atau kotoran dapat menempel pada ujung sensor karena sifat magnetik. Kotoran ini dapat mengganggu pembacaan atau membuat jarak efektif berubah. Ujung sensor perlu dibersihkan dengan hati-hati saat inspeksi.
Pemeriksaan keempat adalah resistance sensor. Dengan alat ukur yang sesuai, teknisi dapat memeriksa apakah coil sensor masih dalam kondisi normal. Jika resistance terbuka, short, atau jauh dari spesifikasi, sensor kemungkinan rusak.
Pemeriksaan kelima adalah sinyal output. Saat mesin cranking atau running, sensor seharusnya menghasilkan sinyal AC. Jika sinyal terlalu lemah, periksa air gap, kondisi gear, kabel, dan sensor. Pada beberapa kasus, sinyal lemah menyebabkan genset gagal membaca speed saat start.
Pemeriksaan keenam adalah setting controller. Pastikan jumlah gigi gear atau teeth setting pada controller sesuai dengan flywheel yang dibaca. Jika setting berubah atau salah, RPM yang tampil dapat tidak sesuai. Kesalahan ini dapat menyebabkan alarm speed atau respons governor yang tidak tepat.
Pemeriksaan ketujuh adalah pengujian fungsi proteksi. Jika sensor digunakan untuk overspeed, sistem proteksi harus diuji sesuai prosedur aman. Tujuannya memastikan controller benar-benar membaca RPM dan memicu alarm atau shutdown ketika batas overspeed tercapai.
Perawatan sensor speed sebaiknya dilakukan bersamaan dengan maintenance genset. Saat teknisi memeriksa mesin diesel, alternator genset, governor, AVR, panel kontrol, battery, dan sistem bahan bakar, sensor speed juga perlu diperiksa. Sensor kecil ini memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas sistem pembangkit listrik.
Kesimpulan
Magnetic Speed Sensor MSP6732 Fungsi utama adalah membaca putaran mesin diesel atau gear berputar dan mengirimkan sinyal speed ke controller. Dalam sistem genset, sensor ini digunakan untuk monitoring RPM, kontrol governor elektronik, proteksi overspeed, stabilitas frekuensi, dan dukungan sistem paralel genset.
Cara kerja sensor ini berdasarkan induksi elektromagnetik. Ketika gigi flywheel atau gear logam melewati ujung sensor, medan magnet berubah dan menghasilkan pulsa listrik. Controller membaca pulsa tersebut untuk menghitung RPM mesin. Karena itu, pemasangan sensor, air gap, kondisi kabel, dan setting jumlah gigi sangat menentukan akurasi pembacaan.
Pada genset industri, sensor speed berperan penting karena RPM mesin berhubungan langsung dengan frekuensi output generator listrik. Jika sinyal speed bermasalah, governor dapat hunting, frekuensi tidak stabil, proteksi overspeed tidak akurat, atau genset gagal start.
Dalam memilih Magnetic Speed Sensor MSP6732, faktor yang perlu diperhatikan meliputi kompatibilitas controller, ukuran ulir, panjang sensor, air gap, jumlah gigi gear, kondisi lingkungan, kualitas kabel, dan kebutuhan proteksi. Untuk sistem kritis, sensor harus dipasang dan diuji dengan benar.
Dengan pemasangan yang tepat, pemeriksaan berkala, dan maintenance yang baik, Magnetic Speed Sensor MSP6732 dapat membantu sistem genset, mesin diesel, alternator genset, dan sistem pembangkit listrik bekerja lebih stabil, aman, dan andal.
FAQ
1. Apa fungsi Magnetic Speed Sensor MSP6732?
Magnetic Speed Sensor MSP6732 berfungsi membaca putaran mesin diesel melalui flywheel atau gear bergerigi. Sinyal dari sensor digunakan oleh controller untuk membaca RPM, mengatur governor elektronik, dan mendukung proteksi overspeed.
2. Bagaimana cara kerja magnetic speed sensor?
Sensor bekerja dengan prinsip induksi elektromagnetik. Ketika gigi gear melewati ujung sensor, medan magnet berubah dan menghasilkan pulsa listrik. Frekuensi pulsa tersebut dibaca oleh controller sebagai kecepatan putaran mesin.
3. Apa hubungan speed sensor dengan frekuensi genset?
Frekuensi output genset bergantung pada putaran mesin dan jumlah pole alternator. Speed sensor membantu governor membaca RPM mesin agar frekuensi dapat dijaga tetap stabil, misalnya sekitar 50 Hz pada sistem umum di Indonesia.
4. Apa akibat jika Magnetic Speed Sensor MSP6732 rusak?
Jika sensor rusak, RPM bisa tidak terbaca, governor elektronik tidak stabil, mesin hunting, genset gagal start, proteksi overspeed tidak bekerja, atau sistem mengalami shutdown karena controller kehilangan sinyal speed.
5. Apa itu air gap pada magnetic speed sensor?
Air gap adalah jarak antara ujung sensor dan gigi flywheel atau gear. Jarak ini harus tepat. Jika terlalu jauh, sinyal lemah. Jika terlalu dekat, sensor dapat menyentuh gear dan rusak.
6. Bagaimana cara mengetahui sensor speed bermasalah?
Gejalanya meliputi RPM tidak tampil, frekuensi naik turun, governor hunting, mesin sulit stabil, alarm speed sensor fail, atau genset shutdown. Pemeriksaan dapat dilakukan pada kabel, air gap, resistance sensor, dan sinyal output.
7. Apakah MSP6732 bisa digunakan untuk semua genset?
Tidak selalu. Sensor harus sesuai dengan controller, ukuran ulir, panjang sensor, tipe konektor, dan kebutuhan sinyal sistem. Sebelum mengganti sensor, spesifikasi teknis dan kompatibilitas harus diperiksa.
8. Mengapa jumlah gigi flywheel penting untuk speed sensor?
Controller menghitung RPM berdasarkan jumlah pulsa dari sensor dan jumlah gigi flywheel. Jika setting jumlah gigi salah, pembacaan RPM juga salah. Hal ini dapat memengaruhi governor, alarm, dan proteksi genset.
9. Apakah magnetic speed sensor membutuhkan suplai listrik?
Magnetic pickup umumnya menghasilkan sinyal sendiri melalui perubahan medan magnet, sehingga tidak selalu membutuhkan suplai listrik eksternal seperti sensor aktif. Namun, sinyalnya harus sesuai dengan input controller.
10. Bagaimana cara merawat Magnetic Speed Sensor MSP6732?
Perawatan dilakukan dengan memeriksa kabel, terminal, air gap, kebersihan ujung sensor, resistance coil, sinyal output, dan setting controller. Sensor juga perlu diperiksa setelah maintenance mesin atau jika terjadi gangguan pembacaan RPM.